Posted in Culinary, Teknologi Pangan

Update proses perizinan PIRT

Hai food lovers! Kebetulan hari ini saya akan membahas update proses perizinan yang kami ajukan. Produk KINI sudah kami ajukan ke PTSP Kota Tangerang yang sekarang sudah memiliki sistem online. Kami telah submit data-data kami sejak tanggal 19 Februari 2018.

Saat proses submit ini dilakukan ada beberapa data yang kami perbaiki, sehingga tanggal 21 Februari 2018 kami submit kembali data-data yang sudah kami revisi. Namun, saat diperiksa secara online oleh pihak PTSP ternyata masih ada yang harus direvisi. Akhirnya kami revisi dan langsung disubmit kembali.

Seharunya dari yang dijanjikan kami akan mendapatkan kabar dari Dinas Kesehatan terkait setelah 14 hari kerja, karena PTSP Kota Tangerang akan memberikan data-data tersebut kepada Dinas Kesehatan. Sekarang ini kami seharusnya sudah mendapatkan jadwal inspeksi setelah 14 hari kerja, namun hingga sekarang kami belum mendapatkan progress lebih lanjut mengenai tanggal inspeksi.

Menurut progress di bawah ini,

233905.jpg

Sudah lebih dari 14 hari kerja namun kami belum ada kemajuan proses. Dapat dilihat bahwa dalam proses pun warna progress sudah berubah menjadi warna merah. Ini menunjukkan bahwa jadwal sudah melebihi 14 hari kerja. Hal ini dapat disebabkan oleh masih kurangnya sistem online yang sedang dijalankan, sehingga masih ada beberapa proses yang diperbaiki. Hal ini di luar kendali kami, karena kami sudah mencoba datang ke PTSP dan menghubungi lewat telepon, namun selalu saja kami disuru menunggu. Kami sudah mencoba yang terbaik, namun ternyata prosesnya masih saja terhambat.

Dari proses ini saya belajar bahwa ternyata memang pengajuan PIRT bisa jadi lebih lama dari yang seharusnya apabila terjadi kendala seperti ini. Misal saja, ada kendala sistem seperti ini, maka pengajuan kami dapat terhambat. Semoga sistemnya cepat dibenahi, sehingga proses pengajuan kami dapat kembali berjalan dengan baik.

Sekian, Terima kasih ūüôā

Advertisements
Posted in Culinary, Keterampilan Manajemen, Teknologi Pangan

Masih Tentang Keseruan Kemarin

Pada blog kali ini saya ingin menampilkan foto-foto tentang keseruan kemarin. Momen ini pasti akan jadi salah satu momen ter-ngangenin setelah lulus nanti. Have fun ya liat foto-fotonya ūüôā

Posted in Budaya Makanan, Culinary, Keterampilan Manajemen, Makanan Nusantara, Teknologi Pangan

Serunya Jadi Anak Pangan

Saya, sebagai mahasiswa Teknologi Pangan merasa sangat bangga karena selama kuliah ini saya sudah menjelajah banyak resep untuk membuat makanan. Kemarin, 20 Maret 2018 kami mahasiswa TekPang melakukan pesta makan-makan dari produk yang kami buat sendiri, dari mulai produk yang memiliki nilai sejarah yang sangat istimewa hingga makanan yang sudah dikenal masyarakat secara luas. Yuk, kita intip sedikit dari keseruan kemarin lewat foto-foto di bawah ini!

Processed with VSCO with hb1 preset
Produk Abon Ikan “Bonikan”
Processed with VSCO with hb1 preset
Produk Telur Gabus “Gabus Gemas”
Processed with VSCO with m5 preset
Produk Dendeng Sapi “Sapi Gebuk”
20180320_115808
Produk Kue Kancing “Monas”
20180320_120140
Produk Abon Sapi “Dua Nona”
20180320_120937
Produk Kacang Bawang “Kabaw”
Processed with VSCO with a4 preset
Produk Kue Kacang “Koe Katjang”
20180320_120042
Produk Kerupuk Ikan Tenggiri “KINI”
20180320_123608
Produk Rengginang “Ranggila”
Processed with VSCO with hb1 preset
Produk Sumpia Ebi “Soompia-Q”

Ini adalah kesepuluh produk yang dihasilkan dari kelas Keterampilan Manajemen. Dari pembuatan produk ini kami belajar banyak hal, dari mulai mengurus izin PIRT, hingga memperkirakan apabila usaha ini layak dijalankan atau tidak. Dari mulai menghitung ROI, BEP, PP, laporan income statement, cashflow, dan balance sheet. Saya benar-benar merasa sangat terbantu dengan adanya mata kuliah manajemen ini, karena saya yang tadinya kurang paham masalah itung-itungan business, sekarang malah jadi tertarik sendiri dan sebenarnya jadi bekal sih buat jadi wirausaha nantinya.

Selain hasil produk makanan dari keterampilan manajemen, di bagian bawah ini kita akan mengintip juga makanan-makanan yang memiliki makna sejarah yang istimewa. Jujur beberapa darinya saya tidak pernah dengar sebelumnya, tapi melalui pameran kemarin saya jadi paham banget kalau Indonesia punya banyak ragam makanan daerah yang luar biasa unik.

Processed with VSCO with a5 preset
Bacang
20180320_123555
Naniura
20180320_121153
Samseng
20180320_115611
Coto Makassar
Processed with VSCO with c1 preset
Kue Lupis
20180320_122808
Ronde Jahe
1521621839964
Papeda
1521621768808
Martabak Telor

Inilah keseruan pesta makanan kemarin. Pokoke kenyang sekali mencoba satu-satu makanan-makanan ini ūüôā Blog ini bikin laper sepertinya ya heheheh. Kalau mau tau lebih lanjut serunya tamu-tamu yang berkunjung, silahkan lihat blog selanjutnya ya! ūüôā

 

Posted in Culinary, Keterampilan Manajemen, Teknologi Pangan

Hai salam kenal dari KINI!

Apa itu KINI?

Hai kami dari Kerupuk Ikan Nusantara, ingin berbagi informasi tentang produk terbaru kami! Asli enak banget dan gurih abis…. Buat kalian yang kalau makan nyarinya kerupuk, udah pasti kita jawabannya dongs!

KINI atau Kerupuk Ikan Nyonya Iin adalah produk keluaran kami yang terbuat dari campuran ikan tenggiri, tepung sagu, air, telur, garam, dan penyedap. Buatnya gampang, tapi rasanya wueeenak tenan. Mau dicemilin sampe puas bisa dan mau dimakan sama lauk pauk udah pasti maknyus.

Kalo kalian mau iseng2 buat kerupuk nih di rumah, bisa liat resepnya di sini nih:

Produk kami ini lagi kami daftar untuk dapat nomor PIRT. Semua persyaratan sudah kami penuhi secara online di PTSP Kota Tangerang. Sekarang kami lagi menunggu untuk penjadwalan inspeksinya. Semoga cepat dapat ya!

 

 

Posted in Keterampilan Manajemen, Pabrik

Mari membuat pabrik!

10FUYAO1-master768

Sekalinya mau membuat pabrik ada beberapa hal yang harus kita cari nih. Saat kita menentukan ingin membangun suatu pabrik makanan, dengan contoh cookies. Nah, data-data yang perlu kita cari adalah data impor, ekspor, produksi, dan konsumsi. Kebanyakan pabrik dibuat di dalam negeri agar mengurangi jumlah impor dan supaya harganya juga tidak melonjak naik.

Perolehan data-data di atas dapat berguna untuk menentukan kapasitas produksi suatu pabrik. Selain itu yang tak kalah penting, kita harus mencari kapasitas produksi dari pabrik-pabrik serupa, dalam hal ini pabrik cookies. Seperti yang sudah disebutkan di blog sebelumnya, maka proses atau alur proses pembuatan cookies juga sudah jelas ditentukan. Setiap proses yang dipilih mempengaruhi jumlah kapasitas masing-masing alat yang akan digunakan. Selain kapasitas, maka jumlah alat yang akan digunakan juga dapat ditentukan.

Dalam penentuan lokasi pabrik, maka bisa dibuat bobot evaluasi lokasi pabrik. Disana akan disebutkan beberapa faktor yang mempengaruhi, misalnya attitude dan ketersediaan tenaga kerja, struktur pajak, sikap pemerintah, ketersediaan air dan pembuangan, dan pendapatan perkapita. Masing-masing akan diberi bobot dan penilaian. Dari penilaian inilah akan terlihat lokasi mana yang lebih baik dipilih.

Capture

Bisa dilihat pada gambar contoh di atas, bahwa daerah Garut lebih dipilih dibandingkan dengan daerah batu bara. Hal ini seperti yang sudah dibilang bahwa karena nilai Garut ketika ditotalkan pada skor timbang lebih besar dibandingkan Batu Bara.

Dalam penentuan lokasi pabrik itu sendiri, maka ada 2 faktor yang mempengaruhi yaitu faktor primer dan sekunder. Faktor primer itu lebih mengarah pada yang berhubungan langsung dengan bahan baku, seperti pengangkutan bahan mentah, tempatnya dekat dengan pasar, ongkos transport, dan lain-lain. Faktor sekunder itu lebih mengarah pada faktor eksternal, seperti iklim, keadaan tanah, sikap masyarakat setempat, rencana masa depan dan lain-lain.

Sekian ya blog kali ini, semoga membantu sedikit tentang bagaimana rencana membuat suatu pabrik!

Terima kasih ūüôā

Posted in Keterampilan Manajemen, Teknologi Pangan

Apa yang harus kamu pertimbangkan?

Dalam membuat suatu pabrik makanan ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan nih. Dari mulai bahan bakunya hingga sampai ke tangan konsumen. Mari kita bedah satu-satu dari mulai bahan baku, proses, dan pasar.

  1. Bahan Baku
    • Untuk urusan bahan baku, ada tiga hal yang penting yaitu transport serta sarana dan prasarananya, perlu atau tidaknya membuat ladang/budidaya sendiri, dan tempat penyimpanan bahan baku. Tempat penyimpanan perlu diperhatikan, terutama bahan baku yang disimpan duluan harus juga diolah duluan. Hal ini dikenal dengan prinsip FIFO (First In First Out).
    • Transportasi juga sangat penting. Pabrik itu harus dekat dengan sarana, seperti jalan raya dan pelabuhan. Kalau misalnya untuk sarana bahan baku aja sulit, maka hal ini bisa meningkatkan cost sehingga harganya juga mahal. Ini nih kenapa orang lebih pilih beli daging impor dibandingkan daging dalam negeri. Kadang harganya kurang lebih sama, dan di Indo dagingnya juga bisa jadi keras karena sapi yang penanganannya kurang baik.
    • Kalau urusan membuat ladang budidaya sendiri, hal ini bisa dilakukan kalau misalnya bahan baku kita harganya fluktuatif, mudah rusak atau harus segera diolah, dan jumlah terbatas.
  2. Proses
    • Untuk proses sendiri, setiap proses pasti ada langkah-langkah pembuatan yang dipilih. Misalnya aja, apakah membuat gula dari pohonnya aren langsung dan menggunakan proses penggilingan, atau membuat gula rafinasi yang tidak perlu proses penggilingan tapi langsung ke proses pengentalan. Pemilihan proses ini berpengaruh banget sama pemilihan alat.
    • Pada pemilihan alat, harus dipilih alat yang¬†compatible dengan alat lainnya, kapasitasnya perlu diperhatikan, terlebih lagi alat tersebut harus dipastikan dapat bekerja pada iklim dimana pabrik tersebut didirikan. Harga juga penting karena hal ini akan mempengaruhi¬†fixed cost perusahaan dan tempat kita membeli alat itu juga harus terpercaya.
    • Biasanya kan di pabrik itu ada 2 macam proses, yaitu¬†batch¬†dan¬†continuous. Kebanyakan industri itu pasti memilih¬†proses¬†continuous¬†karena mempertimbangkan biaya pembersihan alat yang susah dan mahal, bahan baku yang harus segera diolah, dan biaya¬†batch¬†lebih mahal dan buang waktu dibandingkan¬†continuous.
  3. Pasar
    • Untuk urusan pasar, gimana sih caranya supaya pasar itu bisa menerima dan mengenali produk kita? Nah hal ini bisa dilakukan dengan melakukan pemasaran, misalnya lewat media masa atau online. Biasanya dilakukan survey pasar juga terlebih dahulu untuk mengetahui pasar yang akan dituju dan supaya produk yang kita buat sesuai dengan yang diinginkan oleh pasar.

Sekian dulu ya blog hari ini! ūüôā Terima kasih ūüôā

Posted in Keterampilan Manajemen

What is POAC?

Pengertian POAC dalam manajemen

Apa itu POAC? Saya juga baru denger istilah tersebut belakangan ini…. So, what is POAC? POAC adalah singkatan dari¬†Planning. Organizing. Actuating. Controlling.¬†POAC itu sangat penting bagi suatu perusahaan, terutama untuk manager dan para staf penunjang untuk mencapai suatu tujuan yang akan dicapai. Yang tidak kalah penting dalam urusan manajemen adalah¬†POAC adalah fungsi utama dari manajemen itu sendiri.¬†

Mari kita bedah satu-satu apa itu POAC:

  1. Planning –> merupakan suatu perencanaan yang dilakukan oleh manager untuk menentukan tujuan yang akan dicapai, dan langkah-langkah yang harus dilakukan guna mencapai tujuan tersebut. Selain itu, pada proses perencanaan maka pengambilan keputusan merupakan suatu hal yang sangat penting. Dalam¬†planning, contoh yang dapat dilakukan adalah membuat rencana kerja yang efektif.
  2. Organizing¬†–> seperti namanya yaitu pengaturan/organize, maka dalam hal ini¬†organizing¬†merupakan suatu proses membagi kerjaan secara spesifik dan adanya pengelompokkan kegiatan. Hal ini dilakukan supaya memastikan bahwa rencana dan tujuan yang sudah ditetapkan dapat terlaksana.
  3. Actuating –> Pada pelaksanaan kerja maka seluruhnya harus sesuai dengan rencana kerja yang sudah ditetapkan. Misalkan saya lulusan teknik mesin maka saya bekrja sebagai teknisi mesin dalam perusahaan itu, dimana pekerjaan tersebut adalah¬†expert¬†saya. Dalam hal ini adalah SDM harus bekerja sesuai dengan tugas, fungsi, peran, serta keahlian yang dimilikinya supaya visi, misi, dan program kerja perusahaan dapat terlaksana dengan sebaik-baiknya.
  4. Controlling –> Tentunya untuk mencapai tujuan yang diinginkan maka perlu adanya kontrol. Kontrol ini bertujuan sebagai supervisi, pengawasan, inspeksi, hingga audit. Pengontrolan dilakukan supaya kalo ada penyimpangan maka dapat dilakukan antisipasi atau koreksi.

Itulah ternyata pentingnya POAC dalam sebuah manajemen. Semoga blog ini bisa membantu Anda dalam mengenali apa itu POAC ūüôā

Posted in Keterampilan Manajemen, Keuangan

Pentingnya Aspek Keuangan

Dalam membuka usaha, so pasti semua orang ngejarnya untung ya. Kalau bukan untung, apalagi yang diharapin orang untuk membuka suatu usaha. Salah satu usaha yang gak akan ada abisnya adalah MAKANAN. Semua orang butuh makan dan banyak banget orang yang tertarik sama inovasi makanan-makanan baru. Dulu, brownies rasanya¬†mainstream kan gitu-gitu aja, paling juga cokelat. Eh sekarang, brownies udah hadir di masyarakat dalam varian rasa yang unik, contohnya red velvet, green tea, blueberry, dan lain-lain. Belom lagi banyak ‘kue artis’ yang beredar di pasaran yang sebenarnya mirip banget sama brownies, tapi dibedain di bagian tekstur, varian rasa, atau toppingnya.

Sebagai seorang manajer dalam sebuah usaha pangan, untung itu jadi goal nomor satu kita. Dimana untuk tau kita untung atau ga, kita bisa pakai analisis keuangan. Misalnya, seperti menghitung Break even point (BEP), Return of Investment (ROI), Payback period (PBP), dan lain-lain. Tentunya perhitungan ini juga didukung oleh hitungan lainnya, seperti modal, total pendapatan, dan pengeluaran.

Kalo kita buka usaha, ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu fixed cost dan variable cost. FC itu merupakan seluruh pengeluaran yang harus dibayarkan (listrik, sewa bangunan, lahan, gaji, penyusutan, dan lain-lain), sedangkan VC adalah biaya produksi yang bertambah seiring dengan pertambahan jumlah produksi. Kalo dalam itungan BEP, ada namanya total cost (TC) yang merupakan total dari VC dan FC.

rumus-bep-6

Kalau kita mau itung kita untung atau gak, bisa dilihat dari grafik di atas ini. Arti BEP sendiri adalah titik impas antara modal yang dikeluarkan dengan pendapatan kita. Nah kalau untung berarti posisi kita ada di atas titik BEP itu, tapi kalau rugi berarti ada di bawah titik BEP itu.

Continue reading “Pentingnya Aspek Keuangan”

Posted in Keterampilan Manajemen, Keuangan, Teknologi Pangan

Seputar Manajemen

Di blog kali ini, kita akan membahas berbagai hal seputar manajemen, terutama dalam memproduksi suatu produk pangan. Namanya produk, berarti harus ada bahan baku dan proses yang mendukung terciptanya produk tersebut. Ditambah lagi, produk itu pada akhirnya juga akan dijual dan dikonsumsi oleh pasar.

Dalam proses pemilihan bahan baku untuk menciptakan produk pangan, maka pilihannya banyak banget. Dari mulai bahan baku yang jumlahnya banyak dan harganya murah, sampai bahan baku yang sulit didapatkan dan dengan harga yang mahal. Bahan baku yang kita kenal misalnya adalah buah-buahan, daging, hasil laut, daging, biji-bijian, umbi-umbian, susu, jamur, dan lain-lain. Namun, hampir semuanya perishable atau mudah rusak, jadi perlu berbagai siasat yang tepat bagaimana mengolah mereka sehingga tidak mudah rusak.

Misalnya nih, hasil laut seperti ikan. Kalau ikan itu disimpan begitu saja maka akan rusak, entah karena lingkungan, mikrobiologis, maupun reaksi biokimia. Jadi untuk mengawetkan ikan tersebut bisa dilakukan dengan cara dikeringkan, penggaraman, dibekukan, dan lain-lain. Contoh lain, misal kalau ubi kayu ingin kita jadikan sebagai tepung yang punya kadar pati tertentu, maka ubi kayu tersebut harus diproses kurang dari 24 jam, supaya kadar patinya tidak menurun. Karena apabila dibiarkan begitu saja, maka pati itu akan berubah menjadi gula dan difermentasi oleh bakteri yang bersangkutan menjadi alkohol.

Proses-proses ini ditentukan oleh seorang ‘manager’, kira-kira proses mana sih yang paling oke dan bisa dipakai untuk membuat suatu produk. Bahkan dari bahan baku, proses, dan alat-alat yang digunakan juga adalah tugas dari manager itu sendiri untuk menentukannya. Kenapa sih ini harus ditentukan? tentunya ya karena supaya goal yang mau diperoleh bisa tercapai dengan baik. Itulah mengapa kata¬†managing¬†memang sangat penting. Karena untuk mencapai sebuah¬†goal, perlu ‘pengaturan’ yang tepat dari oknum-oknum yang memang terkait.

Nah sekarang, siasat apa yang perlu dilakukan kalau ada kendala misalnya pasar yang gak ada atau bahan bakunya yang sedikit atau kurang tersedia? Ada 2 sebutan nih, namanya market pull dan technology push.

Kalau bahan baku banyak, tapi pasarnya masih minim disebutnya adalah technology push. Pastinya kalau memang pasarnya ini minim, kita punya berbagai cara buat membuat pasarnya ada. Gimana caranya pasar itu kita kenalkan ke masyarakat sehingga pasar mengenal produk kita. Apabila pasarnya ada tapi bahan bakunya kurang disebut sebagai market pull. Kalau bahan yang mau kita jadikan bahan baku itu terbatas, maka yang bisa kita lakukan adalah subtitusi. Buat contoh aja, biasanya perusahaan-perusahaan yang menggunakan technology push adalah perusahaan dengan teknologi tinggi, seperti industri gadget.

Posted in Keterampilan Manajemen, Teknologi Pangan

Perlu Manajemen yang baik untuk mencapai PIRT

Sebagai anak Teknologi Pangan, banyak sekali produk pangan yang udah dipelajari. Dari mulai makanan-makanan yang mudah dan simple, sampai makanan yang pengolahannya ribet. Contoh makanan yang pengolahannya ribet atau lama, misalnya produk fermentasi, yang mesti menunggu. Misalnya makanan tradisional, seperti rusip. Kalau makanan simple contohnya adalah cookies, kerupuk, keripik, dan semacamnya.

Setiap makanan yang sudah dihasilkan di kampus, tentunya ga pengen cuma dipajang atau dipelajari begitu aja. Dalam kasus memproduksi makanan, apalagi yang mau dijual dan dikonsumsi masyarakat, maka makanan tersebut harus terjamin keamanannya.

Salah satu syarat produk yang bisa dipercayai oleh pelanggan, yaitu apabila produk makanan itu sendiri sudah teruji aman. Dinas kesehatan adalah salah satu lembaga yang memiliki tugas untuk menginspeksi makanan-makanan rumah tangga yang ingin dijual ke pasaran. Kalau sudah diinspeksi oleh Dinkes dan dinyatakan bahwa produk yang ingin dijual itu aman, maka nanti kamu akan memperoleh SPP-IRT (Sertifikasi Produk Pangan Industri Rumah Tangga) dan Nomor P-IRT yang akan tercantum pada label produk.

Keinginannya semoga salah satu produk pangan yang sudah dipelajari di kuliah ini bisa dapat memenuhi persyaratan Dinkes supaya nantinya bisa diperjualbelikan ke masyarakat dan terbukti aman dikonsumsi.

Continue reading “Perlu Manajemen yang baik untuk mencapai PIRT”