Posted in Keterampilan Manajemen

Bagaimana pengajuan Mas Kremes sebagai IRTP?

IRTP merupakan industri rumah tangga pangan, yaitu makanan dan minuman yang diproses dengan cara tertentu dengan maupun tanpa bahan tambahan yang ditambahkan. Saya dan beberapa teman kelompok membuat produk pendamping makanan, yaitu Mas Kremes. Produk Mas Kremes diproduksi oleh industri rumah tangga yang kami namai Kremes Srikandi. Mengapa Kremes Srikandi? Kami ini terdiri dari 5 orang perempuan dan karena kami menciptakan produk ini dengan ciri khas lokal, maka kami menamainya sebagai Srikandi. 

Kremes Srikandi memiliki Tujuan, Visi, dan Misi.

Tujuan: membuat produk kremes yang enak, gurih, renyah dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia

Visi: Menjadi perusahaan kremes nomor satu di Indonesia serta ikut mendukung pengembangan cita rasa masakan Indonesia ke kancah dunia.

Misi:

-Menghasilkan kremes yang berkualitas tinggi dengan varian cita rasa lokal

– Membuat produk kremes kualitas tinggi dengan harga terjangkau

-Menyediakan solusi kreatif dan inovatif untuk menghasilkan produk kremes yang diinginkan konsumen.

Mas Kremes ini merupakan suatu produk seperti kremesan ayam, itulah sebabnya kami sebut sebagai pendamping makanan utama. Sebenarnya orang-orang yang memiliki kebiasaan snacking juga menjadi target penjualan kami. Kremes ini tentunya lain dengan kremes yang telah beredar di pasaran sebelumnya. Lainnya dimana sih? Kremes kami memiliki 3 varian rasa, yaitu original, pedas, dan soto. Ketiganya kami keluarkan untuk membuat produk ini kaya akan cita rasa lokal.

Desain tanpa judul

Mas Kremes memiliki maskot pria dengan blankon yang memakai baju daerah khas Jawa. Hal ini kami gunakan untuk menekankan kembali bahwa kami membuat kremes dengan cita rasa lokal.

Kembali lagi ke IRTP di atas. Produk Mas Kremes merupakan produk yang diproduksi dalam skala rumah tangga, menggunakan alat yang masih sederhana dan pengerjaan yang manual. Kami ingin mendapatkan Nomor PIRT sebagai goal kami. Beberapa tahap ini yang dapat saya ceritakan untuk mendapatkan nomor PIRT tersebut.

Sebenarnya untuk mendapatkan nomor PIRT tersebut dapat Anda lihat pada Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan HK.03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012 mengenai Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Pertama sesuai tahapan yang disebutkan di peraturan tersebut, bahwa harus diajukan permohonan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Beberapa berkas yang perlu Anda lengkapi adalah sebagai berikut:

  1. Nama jenis pangan
  2. Nama dagang
  3. Jenis kemasan
  4. Berat bersih
  5. Komposisi
  6. Tahapan produksi
  7. Nama, alamat, kode pos, dan nomor telepon IRTP
  8. Nama pemilik
  9. Nama penanggungjawab
  10. Informasi tentang masa simpan
  11. Informasi tentang kode produksi

Dalam pelaksanaannya kelengkapan berkas di atas, maka pengumpulan berkas dapat dilakukan selama proses berlangsung. Sebelum Anda mendapatkan SPP-IRT, Anda wajib mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan. Syarat mengikuti PKP, Anda harus membawa fotokopi KTPpas foto 4×6 cm sebanyak 2 buah, dan produk yang akan didaftarkan. Pada penyuluhan tersebut akan dijelaskan berbagai macam hal yang terkait dengan IRTP, dari mulai sanitasi hingga labelling produk. Pada penyuluhan Anda juga akan diberikan soal evaluasi mengenai pengetahuan Anda sebelum dan sesudah diadakan penyuluhan. Anda akan dinyatakan lulus apabila mendapatkan nilai minimal 60.

Sebelum akhirnya mendapatkan jadwal PKP di Tigaraksa. Kami sudah pernah menghubungi beberapa dinas kesehatan, seperti Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Kabupaten dan Kota Bogor, Purwokerto, Cilacap, Cianjur, Bandung, dan beberapa dinkes lainnya. Ternyata jadwal tersebut sudah terlewat. Selain itu, kendalanya juga ada saja pihak yang tidak bertanggungjawab yang menawarkan jalur cepat, hal ini terjadi pada tanggal 4 April 2017. Selain menghubungi, kami sempat datang ke dinkes Jakarta Utara, Kota Tangerang, dan Depok, namun ternyata juga sudah lewat.

PKP kami diikuti oleh penanggung jawab IRTP Kremes Srikandi dan berlangsung di Kabupaten Tangerang, yang bertempat di Dinas Kesehatan Tigaraksa. PKP tersebut diikuti pada tanggal 20 Juni 2017. Pada PKP, kami ternyata harus membenahi label kemasan kami yang sebelumnya, karena belum menyertakan kode produksi, umur simpan, dan nama IRTP. Begitu juga kami mendapatkan pengetahuan yang lebih lagi untuk tata letak ruangan yang baik untuk proses produksi IRTP, sehingga menjamin sanitasi produk.

label final maskremes

Kami lulus PKP dan mendapatkan sertifikat PKP pada tanggal 11 Juli 2017. Sebelum kami mengikuti PKP, sebenarnya kami sudah memasukkan produk kami untuk diuji di LabKesDa Kota Tangerang, yang bertempat di Taman Tekno. Produk kami diuji Angka Kapang Khamir (AKK) dan Angka Lempeng Total (ALT). Setelah hasil tersebut keluar pada tanggal 21 Juni 2017, dinyatakan produk kami ini bersih dan aman karena menghasilkan jumlah 0 pada AKK dan ALT.

Proses selanjutnya ketika sudah mengikuti PKP, maka IRTP harus mendapatkan evaluasi dari pihak Dinas Kesehatan. Jika ingin mendapatkan jadwal inspeksi, maka terdapat beberapa berkas yang perlu dilengkapi, seperti sertifikat PKP, PP-JB rumah, keterangan domisili tempat produksi, Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), label kemasan yang sudah memenuhi syarat, denah lokasi, surat fotokopi KTP penanggung jawab, surat keterangan produk, hasil uji laboratorium, surat kuasa, surat pernyataan kepemilikan usaha. Untuk anda yang bertempat di domisili lain, mungkin persyaratan berkas yang dikumpulkan bisa jadi berbeda.

Pada proses pengumpulan berkas di atas, kami terhalang oleh pengeluaran SKDU dari kelurahan. Kami sudah memasukkan berkas pada tanggal 22 Juni 2017. Petugas kelurahan tersebut menyatakan bahwa SKDU tersebut akan jadi pada tanggal 5 Juli 2017, namun nyatanya setelah kami tagih sekitar 3x, beliau akhirnya baru mengeluarkan SKDU tersebut pada tanggal 12 Juli 2017. Banyak sekali alasan yang dikeluarkan pihak tersebut selama proses permintaan SKDU. Akhirnya kami baru menyerahkan seluruh berkas yang diminta pada DPM-PSTP Tiga Raksa pada tanggal 14 Juli 2017. Jadi sampai saat ini, kami belum menerima SPP-IRT dan Nomor PIRT untuk produk kami. Kami masih menunggu untuk jadwal inspeksi dari Dinas Kesehatan.

 

Advertisements
Posted in Keterampilan Manajemen, Keuangan

Laporan Keuangan

Ada 3 laporan keuangan dalam sebuah perusahaan, yaitu Balance SheetIncome Statement, dan Cash flow.  Laporan Balance Sheet kita dapat menghitung Modal maupun Aset. Dalam perhitungan modal, maka dibutuhkan 3 komponen yaitu aset, utang, dan piutang, sedangkan ketika menghitung aset kita membutuhkan modal, utang dan piutang. Cara menghitungnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Balance Sheet

Gambar 1. Perhitungan Modal dan Aset

Aset dibagi menjadi 2 yaitu aset yang fix dan currentFixed assets merupakan aset berwujud yang digunakan untuk operasional perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual. Aset tetap memiliki pemakaian dan manfaat yang bertahun-tahun, sehingga setiap tahunnya ada penurunan. Bentuk fixed assets adalah tanah, bangunan, kendaraan, peralatan produksi, dan perabotan rumah tangga. Current assets disebut juga sebagai aset lancar merupakan harta yang dimiliki oleh perusahaan dan sifatnya tidak berwujud, seperti uang tunai, klaim asuransi, investasi, inventaris, dan lain-lain.

Utang dan Piutang apa bedanya? Singkatnya, utang merupakan suatu kewajiban perusahaan atau seseorang yang harus dibayarkan nantinya, sedangkan piutang merupakan bagian dari aset. Piutang itu contohnya ketika kita punya barang jualan yang sudah diberikan kepada seseorang namun belum dibayarkan, uang yang belum dibayarkan itu berperan sebagai piutang yang menjadi aset bagi kita.

Continue reading “Laporan Keuangan”

Posted in Keterampilan Manajemen

Sumber Daya manusia

Picture1.png

Sumber daya manusia (SDM)

Ketika Anda bekerja, pastikan perusahaan Anda memiliki serikat pekerja. Bagaimana sih cara memilih seorang ketua perserikatan tersebut? hr-audits

  1. Pilihlah ketua yang cakap dalam berkomunikasi 
  2. Memiliki pengalaman kerja/ punya prestasi
  3. Berpendidikan
  4. Jujur dan berintegritas
  5. Disiplin
  6. Loyalitas
  7. Bertanggung jawab
  8. Cerdik
  9. Memiliki visi & misi yang jelas dan terarah
  10. Dapat bekerja sama
  11. Beretika
  12. Profesional
  13. Keturunan dari pemimpin yang sebelumnya (misalnya: seperti anaknya menjadi presiden, karena ayahnya dahulu juga adalah seorang presiden)
  14. Harta/bekal finansial

◊Karakter yang berintegritas itu didapatkan tidak hanya sekejap mata, tetapi harus dipupuk sedemikian rupa sejak kecil. Integritas dipupuk oleh banyak hal, salah satunya didikan orang tua, pengaruh lingkungan seperti teman sepermainan, dan saudara. Perilaku yang dibiasakan sejak kecil juga menjadi salah satu hal yang mempengaruhi.

Kecerdasan, adalah suatu hal yang bersifat warisan ibu. Memang setiap orang yang cerdas itu bertindak dengan pertimbangan dan ia tahu persis kapan harus bertindak, namun hal ini tidak menandakan bahwa seseorang yang cerdas berarti seseorang yang berani.

◊Hal terpenting lainnya adalah bekal finansial, coba bayangkan saja jika Anda diberikan suatu pekerjaan yang tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari maka untuk apa Anda teruskan pekerjaan tersebut. Suatu pekerjaan paling tidak menghasilkan penghasilan yang dapat memenuhi kebutuhan Anda. Banyak sekali kasus, dimana seseorang mengambil pekerjaan yang ternyata tidak dapat memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. Kasus seperti ini banyak berujung pada penggunaan jabatan yang dimiliknya untuk memenuhi kebutuhan dirinya, padahal seharusnya digunakan untuk kepentingan perusahaan.

Jika seorang ketua perserikatan kerja tidak memiliki paling tidak bekal-bekal di atas, maka saat ia menjalankan perannya akan sangat mengkhawatirkan.

Posted in Keterampilan Manajemen, Uncategorized

How to Make A Decision?

Seringkali seseorang bingung, bagaimana cara menentukan suatu keputusan. Mana yang akan dipilih? Buat rencana dulu atau ambil keputusan dulu?

Perencanaan adalah upaya mencapai suatu tujuan yang dilengkapi dengan berbagai ukuran atau parameter, seperti SDM, waktu, biaya, dan lain-lain.

Pada dasarnya pengambilan keputusan dan perencanaan itu seperti “koin dengan 2 sisinya“, Hal pertama yang dapat dilakukan adalah mengambil keputusan, lalu baru merencanakan apa yang mau dilakukan. Saat kita ingin melakukan sesuatu, kita harus putuskan apa yang ingin dilakukan, baru setelah itu kita bisa merencanakan berbagai hal dari keputusan yang telah diambil. Misalnya saja, jika Anda ingin memilih perkuliahan setelah lulus dari SMA, kalian tetapkan dulu setelah SMA kalian akan mengambil kuliah atau langsung kerja. Setelah kalian mengambil keputusan, misalnya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, maka baru muncul perencanaan akan kuliah dimana dan jurusannya apa.

Saat Anda ingin mengambil suatu keputusan maka berbagai langkah dapat diambil, sebagai contoh adalah:

  1. Pakai logika anda untuk berpikir dan menentukan. Hal terpenting dalam sebuah pengambilan keputusan adalah TUJUAN. Anda harus mengenali dengan betul tujuan Anda apa. Kira-kira kapan sih waktu yang tepat untuk mengambil sebuah keputusan? – Pastinya keputusan itu akan timbul ketika ada suatu masalah atau pilihan yang diberikan.
  2. Kumpulkan data sebanyak-banyaknya. Contoh seperti kasus kuliah di atas, kita sudah putuskan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah, maka kita memiliki pilihan untuk kuliah di Universitas A, B, atau C bahkan dengan pilihan jurusan yang juga beragam. Pengumpulan data ini secara sederhana, seperti mendengar informasi dari orang lain, melihat dari brosur, atau misalkan ada pameran khusus yang mengenalkan tentang universitas maupun program studi tertentu.
  3. Pilihlah metode yang akan menjadi “alat” pengambilan keputusan. Beberapa metode akan dijelaskan di bawah ini ∇
  • Instingtif atau naluri
  • Perhitungan biasa (ex: Saya ingin membeli handphone di toko A dengan harga 10 juta, tapi di toko B dijual dengan harga 7 juta dengan garansi 1 tahun)
  • Rada Ilmiah, maksudnya adalah seperti perhitungan statistik dengan program SPSS (Statistical Package for Social Sciences)
  • Artificial Intellegence (AI)
    • Analytical Hierachy Process  (AHP) / Proses Analitik Berjenjang 953px-AHPHierarchy3.0
    • Analytical Mehod Process (AMP)yow
    • Multi Criteria Decision Making (MCDM)Figure-72-General-framework-of-a-MCDM-model.png
  • Peralaman
    • Fourier dan Eksponensialpic01
      • Jika Anda membuat data regresi, itu merupakan salah satu data ramalan. Untuk mendapat data regresi yang akurat maka dibutuhkan banyak sekali data.
  • Pemulusan
  • Penarikan Kesimpulan

Summary – How to make a decision?

  • Tetapkan TUJUAN Anda!
  • Tetapkan STRATEGI apa yang mau Anda lakukan!
    • Apa itu strategi dan taktik?
      • Strategi: Menghimpun semua aset yang dapat digunakan untuk mencapai suatu tujuan.
      • Taktik: Langkah improvisasi untuk menghindari hambatan.
  • Evaluasi – Taktik yang sudah dibuat jangan buru-buru untuk dilakukan, karena perlunya parameter dan pembanding / benchmarking.

Supaya Anda lebih mengerti langkah-langkah dalam pengambilan keputusan, silahkan melihat diagram di bawah ini 🙂

Picture5

Posted in Keterampilan Manajemen, Manajemen Proyek

Keterampilan Manajemen – Manajemen Proyek

Manajemen Proyek

Manajemen proyek adalah suatu teknik maupun alat bantu yang digunakan pada aktivitas proyek supaya syarat dan kebutuhan proyek dapat terpenuhi.

Bagaimana cara menyusun rencana kerja yang baik?

  1. Lakukan riset pasar atau survey
  2. Pada bidang industri pangan misalnya, buatlah desain kemasan yang menarik
  3. Pembuatan merk bagi produk yang dijual oleh perusahaan
  4. Uruslah perizinan domilisi (KTP, foto, surat pengantar, dan lain-lain)
  5. Jika Anda memiliki produk makanan, maka ujilah produk tersebut di laboratorium yang sudah terakreditasi dengan baik agar hasil yang diberikan akurat.
  6. Mengikuti pelatihan atau penyuluhan mengenai hal yang berkaitan, misalnya pada bidang industri pangan adalah mengikuti pelatihan PKP (Penyuluhan Keamanan Pangan) untuk mendapatkan izin PIRT
  7. dan lain-lain.

Beberapa tools yang dapat digunakan untuk membantu manajemen proyek adalah pembuatan GANTT CHART. Gantt chart ini biasa dikenal sebagai “timetable” juga.

Gambar 1. Contoh Gantt Chart dalam Pengembangan Proyek

Gambar di atas merupakan salah satu contoh dari Gantt Chart. Bentuk chart ini adalah tabulasi yang diisi berbagai kegiatan beserta deadline pengerjaannya. Selain Gantt chart, juga terdapat sarana CPM (Critical Path Method). CPM berisi suatu langkah dari awal hingga akhir proses, dimana setiap langkah memiliki durasi waktu tertentu yang sudah ditentukan. Setiap Jalan yang ditempuh, stepnya berbeda-beda dan durasi waktunya berbeda. Pada durasi yang paling panjang atau lama dari keselurahan step maka akan dikenali sebagai CRITICAL PATH.

CriticalPath.jpgGambar 2. Contoh Critical Path Method

Berdasarkan Gambar 2. maka terdapat 3 jalan (path) berbeda yang memakan durasi waktu yang berbeda pula. Pada langkah paling atas, ditempuh waktu 7 hari dari awal proses hingga proses tersebut. Pada langkah tengah, maka ditempuh waktu dengan 2 variasi, yaitu bisa pakai step 1 dengan waktu lebih cepat yaitu 5 hari atau step 2 dengan waktu 6 hari. Begitu pula pada langkah paling bawah, waktu yang ditempuh dari awal hingga akhir proses adalah 7 hari. Gambar 2. menjelaskan bahwa dari keempat durasi waktu tersebut, waktu terlama diperoleh pada langkah paling atas, yaitu selama 7 hari.

Posted in Keterampilan Manajemen

Bagaimana Jika Anda Ingin Membuka Usaha Baru?

Bagaimana Jika Anda Ingin Membuka Usaha Baru?

Prinsip dalam berproduksi adalah:

  • Bahan baku banyak jumlahnya, sehingga kalau tidak digunakan akan mubazir
  • Pasar, ada saja orang yang memerlukan, itulah mengapa kita jual suatu produk tersebut.
  • Pasar dan Bahan baku, jika pembeli banyak dan didukung bahan baku yang banyak juga maka akan menghasilkan harga yang bagus, dan akhirnya bisa mendapatkan keuntungan.

Hal terpenting dari membuat suatu usaha adalah apakah sumber dayanya tersedia dan pasar.

 

Pertama yang harus kita lakukan adalah memilih. Pilih kemana produk kita mengarah, ke arah produk yang bahan bakunya tersedia melimpah namun pasarnya belum ada, atau bahan bakunya kurang tetapi pasarnya besar.

 

Jika bahan bakunya melimpah namun pasarnya belum ada, sehingga kita harus memperkenalkan produk kita dengan effort yang besar agar dikenal masyarakat, maka hal ini disebut Technology Push. Jika bahan baku sulit didapatkan, atau dapat dicari substitusinya untuk memenuhi kebutuhan konsumen, namun pasarnya ada dan besar, maka hal tersebut adalah Market Pull. Contoh technology push adalah ketika ada kamera yang dapat digunakan mengirimkan pesan seperti smart phone, maka produk tersebut harus dikenalkan dulu pada masyarakat dan pengenalan teknologi tersebut bisa bersifat seperti “memaksa” dan lama kelamaan pasarnya pun akan ada. Contoh market pull, kalau misal dibutuhkan gula alami yang berasal dari pohon aren, namun bahan baku sangat sedikit maka akhirnya dibuatlah gula rafinasi.

Selain itu yang tidak kalah penting dari technology push dan market pull adalah lakukan survey/riset terhadap pasar dan bahan baku. Riset ini merupakan bagian yang penting untuk mengenal dengan baik, sebenarnya usaha atau produk yang kita pasarkan mau mengarah ke mana.

Manajemen merupakan pemanfaatan dari sumber daya (SDM, waktu, bahan baku, dan lain-lain) yang dimiliki untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai atau ditetapkan.

Saat ingin membuat suatu perusahaan, maka hal awal yang harus jelas adalah:

  • Penetapan VISI, MISI, dan TUJUAN pembuatan usaha tersebut, kemudian SASARAN yang jelas, dan MAKSUD (apa yang ingin dilakukan dengan dibuatnya usaha ini). ‘
  • Pastikan perusahaan Anda harus bergerak sesuai dengan REGULASI yang berlaku. Tidak ada perusahaan yang dapat berjalan, tanpa adanya regulasi. Walaupun ada, namun perusahaan tersebut tidak akan lama bertahan.
  • Untuk mencapai tujuan yang telah dirancang, maka apa saja yang harus dimiliki? (misal: modal, SDM, teknologi, bahan baku, dan lain-lain.)
  • ATUR STRATEGI, bagaimana memanfaatkan aset yang dimiliki untuk memenuhi tujuan yang telah ditetapkan.