Posted in Keterampilan Manajemen, Keuangan

Pentingnya Aspek Keuangan

Dalam membuka usaha, so pasti semua orang ngejarnya untung ya. Kalau bukan untung, apalagi yang diharapin orang untuk membuka suatu usaha. Salah satu usaha yang gak akan ada abisnya adalah MAKANAN. Semua orang butuh makan dan banyak banget orang yang tertarik sama inovasi makanan-makanan baru. Dulu, brownies rasanya mainstream kan gitu-gitu aja, paling juga cokelat. Eh sekarang, brownies udah hadir di masyarakat dalam varian rasa yang unik, contohnya red velvet, green tea, blueberry, dan lain-lain. Belom lagi banyak ‘kue artis’ yang beredar di pasaran yang sebenarnya mirip banget sama brownies, tapi dibedain di bagian tekstur, varian rasa, atau toppingnya.

Sebagai seorang manajer dalam sebuah usaha pangan, untung itu jadi goal nomor satu kita. Dimana untuk tau kita untung atau ga, kita bisa pakai analisis keuangan. Misalnya, seperti menghitung Break even point (BEP), Return of Investment (ROI), Payback period (PBP), dan lain-lain. Tentunya perhitungan ini juga didukung oleh hitungan lainnya, seperti modal, total pendapatan, dan pengeluaran.

Kalo kita buka usaha, ada beberapa hal yang perlu dicatat yaitu fixed cost dan variable cost. FC itu merupakan seluruh pengeluaran yang harus dibayarkan (listrik, sewa bangunan, lahan, gaji, penyusutan, dan lain-lain), sedangkan VC adalah biaya produksi yang bertambah seiring dengan pertambahan jumlah produksi. Kalo dalam itungan BEP, ada namanya total cost (TC) yang merupakan total dari VC dan FC.

rumus-bep-6

Kalau kita mau itung kita untung atau gak, bisa dilihat dari grafik di atas ini. Arti BEP sendiri adalah titik impas antara modal yang dikeluarkan dengan pendapatan kita. Nah kalau untung berarti posisi kita ada di atas titik BEP itu, tapi kalau rugi berarti ada di bawah titik BEP itu.

Continue reading “Pentingnya Aspek Keuangan”

Advertisements
Posted in Keterampilan Manajemen, Keuangan, Teknologi Pangan

Seputar Manajemen

Di blog kali ini, kita akan membahas berbagai hal seputar manajemen, terutama dalam memproduksi suatu produk pangan. Namanya produk, berarti harus ada bahan baku dan proses yang mendukung terciptanya produk tersebut. Ditambah lagi, produk itu pada akhirnya juga akan dijual dan dikonsumsi oleh pasar.

Dalam proses pemilihan bahan baku untuk menciptakan produk pangan, maka pilihannya banyak banget. Dari mulai bahan baku yang jumlahnya banyak dan harganya murah, sampai bahan baku yang sulit didapatkan dan dengan harga yang mahal. Bahan baku yang kita kenal misalnya adalah buah-buahan, daging, hasil laut, daging, biji-bijian, umbi-umbian, susu, jamur, dan lain-lain. Namun, hampir semuanya perishable atau mudah rusak, jadi perlu berbagai siasat yang tepat bagaimana mengolah mereka sehingga tidak mudah rusak.

Misalnya nih, hasil laut seperti ikan. Kalau ikan itu disimpan begitu saja maka akan rusak, entah karena lingkungan, mikrobiologis, maupun reaksi biokimia. Jadi untuk mengawetkan ikan tersebut bisa dilakukan dengan cara dikeringkan, penggaraman, dibekukan, dan lain-lain. Contoh lain, misal kalau ubi kayu ingin kita jadikan sebagai tepung yang punya kadar pati tertentu, maka ubi kayu tersebut harus diproses kurang dari 24 jam, supaya kadar patinya tidak menurun. Karena apabila dibiarkan begitu saja, maka pati itu akan berubah menjadi gula dan difermentasi oleh bakteri yang bersangkutan menjadi alkohol.

Proses-proses ini ditentukan oleh seorang ‘manager’, kira-kira proses mana sih yang paling oke dan bisa dipakai untuk membuat suatu produk. Bahkan dari bahan baku, proses, dan alat-alat yang digunakan juga adalah tugas dari manager itu sendiri untuk menentukannya. Kenapa sih ini harus ditentukan? tentunya ya karena supaya goal yang mau diperoleh bisa tercapai dengan baik. Itulah mengapa kata managing memang sangat penting. Karena untuk mencapai sebuah goal, perlu ‘pengaturan’ yang tepat dari oknum-oknum yang memang terkait.

Nah sekarang, siasat apa yang perlu dilakukan kalau ada kendala misalnya pasar yang gak ada atau bahan bakunya yang sedikit atau kurang tersedia? Ada 2 sebutan nih, namanya market pull dan technology push.

Kalau bahan baku banyak, tapi pasarnya masih minim disebutnya adalah technology push. Pastinya kalau memang pasarnya ini minim, kita punya berbagai cara buat membuat pasarnya ada. Gimana caranya pasar itu kita kenalkan ke masyarakat sehingga pasar mengenal produk kita. Apabila pasarnya ada tapi bahan bakunya kurang disebut sebagai market pullKalau bahan yang mau kita jadikan bahan baku itu terbatas, maka yang bisa kita lakukan adalah subtitusi. Buat contoh aja, biasanya perusahaan-perusahaan yang menggunakan technology push adalah perusahaan dengan teknologi tinggi, seperti industri gadget.

Posted in Keterampilan Manajemen, Keuangan

Laporan Keuangan

Ada 3 laporan keuangan dalam sebuah perusahaan, yaitu Balance SheetIncome Statement, dan Cash flow.  Laporan Balance Sheet kita dapat menghitung Modal maupun Aset. Dalam perhitungan modal, maka dibutuhkan 3 komponen yaitu aset, utang, dan piutang, sedangkan ketika menghitung aset kita membutuhkan modal, utang dan piutang. Cara menghitungnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Balance Sheet

Gambar 1. Perhitungan Modal dan Aset

Aset dibagi menjadi 2 yaitu aset yang fix dan currentFixed assets merupakan aset berwujud yang digunakan untuk operasional perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual. Aset tetap memiliki pemakaian dan manfaat yang bertahun-tahun, sehingga setiap tahunnya ada penurunan. Bentuk fixed assets adalah tanah, bangunan, kendaraan, peralatan produksi, dan perabotan rumah tangga. Current assets disebut juga sebagai aset lancar merupakan harta yang dimiliki oleh perusahaan dan sifatnya tidak berwujud, seperti uang tunai, klaim asuransi, investasi, inventaris, dan lain-lain.

Utang dan Piutang apa bedanya? Singkatnya, utang merupakan suatu kewajiban perusahaan atau seseorang yang harus dibayarkan nantinya, sedangkan piutang merupakan bagian dari aset. Piutang itu contohnya ketika kita punya barang jualan yang sudah diberikan kepada seseorang namun belum dibayarkan, uang yang belum dibayarkan itu berperan sebagai piutang yang menjadi aset bagi kita.

Continue reading “Laporan Keuangan”