Posted in Uncategorized

Ethnic Food of Indonesia

Hai teman-teman kali ini blog saya tidak hanya mengenai peraturan atau manajemen nih. Kali ini saya mau memberikan informasi ke pembaca sekalian mengenai makanan khas Indonesia. Yuk mari kita intip apa saja makanan khas yang ada di Indonesia.

jajanan pasar 2 (1)

Kali ini saya akan membahas beberapa makanan khas nih dari berbagai daerah, seperti kue keranjang, ombus-ombus, klappertaart, rusip, arsik, lepet, lapis legit, apem boyolali, ketupat lebaran, roti buaya, kaledo, dendeng, tempoyak, gatot/ tiwul dan gaplek, kue mangkok, dan lumpia semarang.

Kue keranjang
Kue Keranjang/ dodol cina

Kue keranjang merupakan makanan yang pasti ada saat etnis Tionghua merayakan tahun baru Cina, yaitu Imlek.  Dalam bahasa Mandarin, kue ini dinamakan sebagai Nian Gao, dimana “nian” artinya tahun dan “gao” artinya tinggi. Makanya biasa kue keranjang ini disusun bertingkat di dalam keranjang.

Sejarahnya ada kue keranjang adalah dahulu kala ada seorang dewa tungku yang dipercaya selalu ada di dapur, suatu kali saat bulan imlek yaitu bulan 12 tanggal 24 ia harus pulang ke surga untuk menghadap raja surga yang sudah menugaskannya ke dunia. Untuk mencegah kemarahan warga terhadap dewa tungku, maka warga berikthiar untuk membuat makanan yang manis untuk mencegah kemarahan dewa tungku, sehingga kue ini dihidangkan dalam keranjang.

Bentuknya yang bulat melambangkan keluarga yang berkumpul saat perayaan imlek, menjadi keluarga yang bersatu, rukun, dan membulatkan tekad untuk menyambut masa depan.

Rusip
Makanan Khas Bailangu – Rusip

Makanan ini berisi ikan yang difermentasi. Jenis ikannya ada tiga, yaitu ikan bilis, seluang, dan ikan teri. Setelah difermentasi ketiganya akan mengalami perubahan tekstur tulang jadi empuk. Makanan ini merupakan makanan khas Bailangu dan Tanah Bangka. Karena difermentasi maka rusip dapat lebih tahan lama, dan bisa bertahan hingga satu tahun.

Rusip memiliki aroma yang sangat menyengat, hal ini diakibatkan juga krena adanya proses fermentasi yang menghasilkan asam, sehingga berpengaruh pada aromanya. Makanan ini biasanya dihidangkan dalam bentuk gulai tumis. Hidangan rusip biasanya juga didamping dengan rebusan umbut rotan, pucuk ubi, dan kacang panjang.

Ombus ombus
Makanan Khas Sumatera Utara / Tapanuli Utara – Ombus-ombus

Mengapa sih makanan ini disebut sebagai ombus-ombus? Ternyata ini berkaitan dengan cara memasaknya, yaitu harus dengan cara dihembuskan tiupan atau dengan hembusan nafas. Makanan khas Sumatera Utara yaitu dari daerah Tapanuli Utara, kecamatan Sibrong-borong ini mirip juga dengan makanan khas lain yang ada di sana, yaitu lapet. Tapi bedanya, jika ombus-ombus dibuat dari tepung beras, lapet dibuat dari tepung ketan. Masyarakat Batak banyak menyantap ombus-ombus pada pagi hari sebagai sarapan mereka.

Apem Boyolali
Makanan Khas Boyolali – Apem Boyolali

Makanan ini mirip kan dengan surabi? Sejarah yang melatarbelakangi adanya apem boyolali adalah jadi dahulu itu ada seorang bernama R. Ng. Yosodipuro yang sangat arif sehingga banyak orang di daerah Surakarta yang menanyakan pendapatnya mengenai hama keong emas yang menyerang sawah. Raden menyarankan kepada warga untuk mengambil keong mas yang ada di sawah dan dimasak dengan cara dikukus. Sebelum dikukus namun keong mas dibungkus terlebih dahulu menggunakan janur. Setelah dikukus, maka janur yang telah digunakan diambil dan dibuat untuk membungkus kue apem yang juga akan dikukus. Para petani akhirnya membuat apem yang dibagi-bagikan sebagai salah satu ungkapan syukur kepada Yang Maha Esa.

Lapis legit
Lapis Legit atau Spekkoek

Nah makanan ini udah dikenal banget kan sama kita semua. Ternyata makanan ini salah satu peninggalan zaman penjajahan Belanda dulu loh. Dulu orang Belanda yang membuat kue ini dan dikenalnya dengan nama “spekkoek”, spek artinya adalah lemak babi. Tapi bukan maksudnya kue ini pakai lemak babi ya. Jadi, karena bentuknya yang berlapis sangat banyak, maka menyerupai lemak babi juga yang berlapis-lapis. Selain berkaitan dengan zaman penjajahan dahulu, maka lapis legit juga erat dengan budaya Tionghoa. Bentuknya yang berlapis-lapis mengartikan menuju tangga kemakmuran.

klapertaart
Klappertaart – Khas Manado

Banyak orang kira makanan ini adalah asli dari Indonesia. Nyatanya tidak loh, jadi dulu saat penjajahan Belanda, makanan ini dibuat oleh seorang Belanda dan sayangnya resep tersebut hanya berhenti sampai Manado. Hal itulah yang menyebabkan akhirnya klappertaart marak sekali ada di Manado dan khas disana. Klappertaart sendiri sebenarnya berarti Kue Kelapa. Seperti namanya, bahan utamanya adalah kelapa, susu, mentega, tepung terigu, dan telur.

Cara memasak klappertaart ada dua nih, yaitu dipanggang dan dikukus. Kalau dipanggang maka akan menggunakan roti juga nantinya teksturnya akan padat dan dapat dipotong , sedangkan kalau dikukus maka teksturnya akan lembut dan meleleh di mulut.

Dendeng Balado
Makanan Khas Bukit Tinggi – Dendeng Balado

Makanan nikmat ini sering banget deh ada di rumah makan Padang, ya karena aslinya pun ternyata dari Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Bahan utamanya adalah daging sapi yang digoreng hingga kering lalu disajikan dengan balado, yang dibuat dari cabai merah atau cabai hijau. Daging yang dipilih untuk membuat makanan ini adalah bagian paha atas atau daging dekat ekor sapi.

Ketupat Lebaran
Makanan Khas Masyarakat Jawa- Ketupat

 

Dahulu kala ada seorang Sunan bernama Sunan Kalijaga yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Beliau membudidayakan ketupat lebaran ini pada hari raya lebaran yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Ketupat atau kupat yang berbentuk segiempat tersebut merupakan singkatan dari Ngaku Lepat atau Laku Papat. Artinya adalah mengakui kesalahan yang pernah dibuat atau memberikan pengetahuan yang berarti kepada masyarakat Jawa. Ada beberapa filosofi ketupat, yaitu mencerminkan kesalahan manusia, kemurnian hati, permintaan maaf, dan cerminan kesempurnaan. Maksudnya mencerminkan kesalahan manusia adalah karena pembuatan anyaman pembungkus ketupat itu cukup rumit, maka tidak semua orang dapat membuatnya. Kedua, kemurnian hati maksudnya adalah karena ketupat mudah dipotong dan setelah dipotong akan terlihat nasi yang berwarna putih dan melambangkan kebersihan dan kemurnian hati seseorang untuk meminta maaf atas kesalahan yang pernah dilakukan. Ketiga ada permintaan maaf, maksudnya adalah biasanya ketupat disajikan dengan makanan yang bersantan, nah dengan hal itu makan sering disebu “Kupat Santen” yang mengarah pada bahasa Jawa Kulo Lepat Nyuwun Ngapunten dan artinya adalah “saya punya salah, saya minta maaf”. Keempat, ada cerminan kesempurnaan, maksudnya adalah selama sebulan penuh umat Muslim berpuasa dan diakhiri dengan hari raya Idul Fitri yang merupakan bulan kemenangan.

Roti Buaya
Seserahan Khas Betawi – Roti Buaya

Kenapa sih harus simbolnya buaya? Ternyata seumur hidupnya buaya hanya kawin ssatu pasangan saja seumur hidupnya dan hal inilah yang disimbolkan dengan kesetiaan. Buaya merupakan hewan yang dapat hidup di dua tempat, yaitu air dan darat. Hal ini menyimbolkan bahwa buaya adalah hewan yang perkasa dan mengharapkan bahwa rumah tangga akan kokoh dan, tangguh, dan dapat hidup dimana saja. Roti ini juga diberikan kepada sanak saudara yang belum menikah dengan harapan tertular mendapatkan jodohnya.

Kaledo
Makanan Khas Sulawesi Tengah – Kaledo

Kaledo, apa itu? Kaledo ini adalah makanan Khas Sulawesi Tengah, Palu, Kabupaten Donggala. Jadi sejarahnya dulu ada seorang yang dermawan ingin membagikan daging sapi kepada masyarakat. Pada saat itu di sekitar sana ada tiga penduduk, yaitu Makassar, Jawa, dan orang Kaili. Yang pertama kali datang untuk mendapatkan daging sapi itu adalah orang Jawa, sehingga mereka mendapatkan bagian dagingnya dan dijadikan makanan bakso. Selanjutnya, yang datang adalah orang Makassar. Karena dagingnya tadi sudah diambil oleh orang Jawa,  maka tersisa jeroannya atau isi perut sapi, sehingga mereka mengambilnya dan diolah menjadi makanan yang sekarang kita kenal dengan Coto Makassar. Ternyata orang Kaili ini datang paling telat, sehingga hanya tersisa tulang sapi saja. Supaya tidak mengecewakan keluarga yang telah menunggu di rumah, maka tulang yang diambil adalah tulang yang masih terlekat dengan sedikit daging. Hal inilah yang melatarbelakangi makanan Kaledo.

Oh ya, omong-omong Kaledo ini adalah sebuah singkat dari Kaki Lembu Donggala. Kaledo biasanya dihidangkan dengan burasa, yaitu beras yang diberi air santan lalu dibungkus daun pisang dan dikukus. Kaledo ini juga biasanya disajikan dengan kuah kuning.

Lepet
Makanan Khas Pulau Jawa – Lepet

Makanan ini mirip dengan ketupat, karena sama-sama dibungkus pakai janur. Hanya saja, lepet dibuat dengan beras ketan, dicampur dengan kacang, dan dimasak dalam santan lalu baru dibungkus dengan janur. Di Jawa orang biasa menamai makanan ini Lepet, kalau orang Sunda mengatakan dengan bahasa khasnya yaitu Leupeut. Sejarah lepet sebenarnya mirip juga dengan ketupat. Nama lepet jika digali lagi merupakan singkatan bahasa Jawa yaitu, Silep Kang Rapet. Maksudnya adalah Mangga dipun silep ingkang rapet yang berarti ayo kita kubur/tutup yang rapat. Setelah ngaku lepet, maksudnya minta maaf, tutup kesalahan yang pernah dilakukan sebelumnya, janga diulang lagi supaya persaudaraan semakin erat, seperti lengketnya ketan dalam lepet.

Gatot tiwul
Makanan Khas Gunung Kidul- Gatot Tiwul

Tiwul merupakan makanan yang berasal dari tepung gaplek, sedangkan gatot berasal dari singkong yang difermentasi. Kenapa tiba-tiba bisa muncul Gatot? Jadi dulu kronologinya begini, saat itu ada singkong dijemur di bawah matahari akan dinamai gaplek. Namun nyatanya, saat itu secara mendadak hujan turun dan singkong tersebut yang tadinya ingin dikeringkan malah basah dan ditumbuhi oleh jamur. Bakteri dan jamur dibiarkan tumbuh disana, sampai gaplek itu sendiri berwarna kehitaman. Tadinya disangka olahan makanan ini Gagal total –> Gatot, ternyata malah menghasilkan sebuah makanan yang khas yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh, punya kandungan protein dan vitamin B.

Arsik.jpg
Makanan Khas Sumatera Utara – Arsik

Arsik? Namanya cukup unik ya. Ternyata makanan ini khasnya Sumatera Utara di Toba Samosir dan Tapanuli Utara dengan berbahan dasar ikan mas dengan bumbu khusus yaitu dari Andaliman dan Asam Cikala. Kata asli dari ikan arsik ini adalah Dengke Na Niarsik. ‘Na Niarsik’ maksudnya adalah dimasak yang dimarsik-kan atau dimasak hingga kering. Pengertian keseluruhannya adalah ikan yang dimasak erus menerus hingga kuahnya mengering dan bumbu menyerap ke ikan mas. Sebenarnya makanan ini hadir pada acara sakral, namun sekarang sudah tidak begitu. Hidangan ini tetap dapat dikonsumsi sehari-hari.

kue mangkok
Makanan Khas Masyarakat Tionghua – Kue Mangkok

Sekilas memang mirip sekali dengan bolu kukus, namun berbeda bahan. Pada hari raya Imlek yang dirayakan etnis Tionghua maka kue ini sering sekali disajikan. Dalam bahasa Tionghua, kue mangkok dikenal dengan nama ‘fak kwau’. Menurut kepercayaan etnis ini, maka kue mangkok melambangkan kebahagiaan dengan warna yang cerah. Rasa kue ini manis dan kenyal.

Biasanya kue mangkok dibuat dalam tiga ukuran yang masing-masing punya arti yang berbeda. Yang sangat besar namun jumlahnya hanya satu dalam satu bungkus, ada yang lima buah ukuran sedang dalam satu bungkus, dan lima buah dalam ukuran kecil dalam satu bungkus.

sangat besar namun jumlahnya hanya satu dalam satu bungkus, ada yang lima buah ukuran sedang dalam satu bungkus, dan lima buah dalam ukuran kecil dalam satu bungkus. Kalau jumlahnya cuma satu maka diperuntukkan bagi Tuhan YME, tapi kala jumlahnya ganjil itu diperuntukkan untuk leluhur. Mereka percaya, bahwa semakin banyak disajikan maka semakin besar berkah, kebahagiaan, dan kemakmuran yang akan diterima.

lumpia semarang
Lumpia Semarang

Pada abad ke-19 lumpia ini hadir. Kehadiran lumpia ini merupakan perpaduan dari budaya Tionghua dan Jawa. Makanan ini berawal dari seorang Tionghua bernama Tjoa Thay Joe yang lahir di Fujian tetapi memutuskan untuk tinggal di Semarang. Ia membuka bisnis makanan khas Tionghua, yaitu makanan pelengkap dengan isi daging babi dan rebung. Dulu ia bertemu dengan seorang asli Jawa, namanya Mbak Wasih dan ia berjualan makanan yang hampir sama tapi berisi kentang dan udang, juga lebih manis. Mereka ini saling jatuh cinta dan menikah, lalu menjalankan usaha tersebut dan menemukan kesempurnaan rasa dengan mengganti isny dengan ayam dan udang, yang dicampur rebung dan dibungkus kulit lumpia.

 

Advertisements
Posted in Keterampilan Manajemen

Bagaimana pengajuan Mas Kremes sebagai IRTP?

IRTP merupakan industri rumah tangga pangan, yaitu makanan dan minuman yang diproses dengan cara tertentu dengan maupun tanpa bahan tambahan yang ditambahkan. Saya dan beberapa teman kelompok membuat produk pendamping makanan, yaitu Mas Kremes. Produk Mas Kremes diproduksi oleh industri rumah tangga yang kami namai Kremes Srikandi. Mengapa Kremes Srikandi? Kami ini terdiri dari 5 orang perempuan dan karena kami menciptakan produk ini dengan ciri khas lokal, maka kami menamainya sebagai Srikandi. 

Kremes Srikandi memiliki Tujuan, Visi, dan Misi.

Tujuan: membuat produk kremes yang enak, gurih, renyah dan sesuai dengan selera masyarakat Indonesia

Visi: Menjadi perusahaan kremes nomor satu di Indonesia serta ikut mendukung pengembangan cita rasa masakan Indonesia ke kancah dunia.

Misi:

-Menghasilkan kremes yang berkualitas tinggi dengan varian cita rasa lokal

– Membuat produk kremes kualitas tinggi dengan harga terjangkau

-Menyediakan solusi kreatif dan inovatif untuk menghasilkan produk kremes yang diinginkan konsumen.

Mas Kremes ini merupakan suatu produk seperti kremesan ayam, itulah sebabnya kami sebut sebagai pendamping makanan utama. Sebenarnya orang-orang yang memiliki kebiasaan snacking juga menjadi target penjualan kami. Kremes ini tentunya lain dengan kremes yang telah beredar di pasaran sebelumnya. Lainnya dimana sih? Kremes kami memiliki 3 varian rasa, yaitu original, pedas, dan soto. Ketiganya kami keluarkan untuk membuat produk ini kaya akan cita rasa lokal.

Desain tanpa judul

Mas Kremes memiliki maskot pria dengan blankon yang memakai baju daerah khas Jawa. Hal ini kami gunakan untuk menekankan kembali bahwa kami membuat kremes dengan cita rasa lokal.

Kembali lagi ke IRTP di atas. Produk Mas Kremes merupakan produk yang diproduksi dalam skala rumah tangga, menggunakan alat yang masih sederhana dan pengerjaan yang manual. Kami ingin mendapatkan Nomor PIRT sebagai goal kami. Beberapa tahap ini yang dapat saya ceritakan untuk mendapatkan nomor PIRT tersebut.

Sebenarnya untuk mendapatkan nomor PIRT tersebut dapat Anda lihat pada Peraturan Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan HK.03.1.23.04.12.2205 Tahun 2012 mengenai Pedoman Pemberian Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga. Pertama sesuai tahapan yang disebutkan di peraturan tersebut, bahwa harus diajukan permohonan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT). Beberapa berkas yang perlu Anda lengkapi adalah sebagai berikut:

  1. Nama jenis pangan
  2. Nama dagang
  3. Jenis kemasan
  4. Berat bersih
  5. Komposisi
  6. Tahapan produksi
  7. Nama, alamat, kode pos, dan nomor telepon IRTP
  8. Nama pemilik
  9. Nama penanggungjawab
  10. Informasi tentang masa simpan
  11. Informasi tentang kode produksi

Dalam pelaksanaannya kelengkapan berkas di atas, maka pengumpulan berkas dapat dilakukan selama proses berlangsung. Sebelum Anda mendapatkan SPP-IRT, Anda wajib mengikuti Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan. Syarat mengikuti PKP, Anda harus membawa fotokopi KTPpas foto 4×6 cm sebanyak 2 buah, dan produk yang akan didaftarkan. Pada penyuluhan tersebut akan dijelaskan berbagai macam hal yang terkait dengan IRTP, dari mulai sanitasi hingga labelling produk. Pada penyuluhan Anda juga akan diberikan soal evaluasi mengenai pengetahuan Anda sebelum dan sesudah diadakan penyuluhan. Anda akan dinyatakan lulus apabila mendapatkan nilai minimal 60.

Sebelum akhirnya mendapatkan jadwal PKP di Tigaraksa. Kami sudah pernah menghubungi beberapa dinas kesehatan, seperti Dinas Kesehatan Jakarta Timur, Kabupaten dan Kota Bogor, Purwokerto, Cilacap, Cianjur, Bandung, dan beberapa dinkes lainnya. Ternyata jadwal tersebut sudah terlewat. Selain itu, kendalanya juga ada saja pihak yang tidak bertanggungjawab yang menawarkan jalur cepat, hal ini terjadi pada tanggal 4 April 2017. Selain menghubungi, kami sempat datang ke dinkes Jakarta Utara, Kota Tangerang, dan Depok, namun ternyata juga sudah lewat.

PKP kami diikuti oleh penanggung jawab IRTP Kremes Srikandi dan berlangsung di Kabupaten Tangerang, yang bertempat di Dinas Kesehatan Tigaraksa. PKP tersebut diikuti pada tanggal 20 Juni 2017. Pada PKP, kami ternyata harus membenahi label kemasan kami yang sebelumnya, karena belum menyertakan kode produksi, umur simpan, dan nama IRTP. Begitu juga kami mendapatkan pengetahuan yang lebih lagi untuk tata letak ruangan yang baik untuk proses produksi IRTP, sehingga menjamin sanitasi produk.

label final maskremes

Kami lulus PKP dan mendapatkan sertifikat PKP pada tanggal 11 Juli 2017. Sebelum kami mengikuti PKP, sebenarnya kami sudah memasukkan produk kami untuk diuji di LabKesDa Kota Tangerang, yang bertempat di Taman Tekno. Produk kami diuji Angka Kapang Khamir (AKK) dan Angka Lempeng Total (ALT). Setelah hasil tersebut keluar pada tanggal 21 Juni 2017, dinyatakan produk kami ini bersih dan aman karena menghasilkan jumlah 0 pada AKK dan ALT.

Proses selanjutnya ketika sudah mengikuti PKP, maka IRTP harus mendapatkan evaluasi dari pihak Dinas Kesehatan. Jika ingin mendapatkan jadwal inspeksi, maka terdapat beberapa berkas yang perlu dilengkapi, seperti sertifikat PKP, PP-JB rumah, keterangan domisili tempat produksi, Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU), label kemasan yang sudah memenuhi syarat, denah lokasi, surat fotokopi KTP penanggung jawab, surat keterangan produk, hasil uji laboratorium, surat kuasa, surat pernyataan kepemilikan usaha. Untuk anda yang bertempat di domisili lain, mungkin persyaratan berkas yang dikumpulkan bisa jadi berbeda.

Pada proses pengumpulan berkas di atas, kami terhalang oleh pengeluaran SKDU dari kelurahan. Kami sudah memasukkan berkas pada tanggal 22 Juni 2017. Petugas kelurahan tersebut menyatakan bahwa SKDU tersebut akan jadi pada tanggal 5 Juli 2017, namun nyatanya setelah kami tagih sekitar 3x, beliau akhirnya baru mengeluarkan SKDU tersebut pada tanggal 12 Juli 2017. Banyak sekali alasan yang dikeluarkan pihak tersebut selama proses permintaan SKDU. Akhirnya kami baru menyerahkan seluruh berkas yang diminta pada DPM-PSTP Tiga Raksa pada tanggal 14 Juli 2017. Jadi sampai saat ini, kami belum menerima SPP-IRT dan Nomor PIRT untuk produk kami. Kami masih menunggu untuk jadwal inspeksi dari Dinas Kesehatan.

 

Posted in Bahan Tambahan Pangan, Keamanan Pangan, Regulasi

Pemanis dan Pengental

Pemanis

o-NATURAL-SWEETENER-facebook

Anda pasti tahu bahwa sekarang semua produk yang memiliki rasa manis di pasaran tidak semuanya pure manis dari bahan yang digunakan, misalnya saja buah-buahan. Penggunaan pemanis ini sah-sah saja asal tidak melebihi batas yang telah ditentukan. Penggunaan pemanis diatur dalam PerKBPOM nomor 4 tahun 2014 mengenai Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pemanis dan tertulis juga pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 33 tahun 2012 mengenai Bahan Tambahan Pangan (BTP).

Pada Undang-undang Nomor 18 tahun 2012 pada p74-76 mengenai Pangan juga diatur mengenai penggunaan BTP, yang diperuntukkan untuk mempengaruhi sifat maupun bentuk pangan. Pada p75 dijelaskan siapapun yang ingin melakukan produksi pangan dilarang menggunakan BTP yang berlebihan dan BTP yang dilarang untuk ada  dalam pangan. Pada p76 dijelaskan sanksi administratif yang dapat dikenakan kepada setiap orang yang melanggar peraturan yaitu dapat berupa denda, penghentian sementara dari kegiatan, produksi, atau peredaran, penarikan pangan, ganti rugi, bahkan sampai pencabutan izin.

Pemanis merupakan BTP yang ditambahkan utnuk memberikan rasa manis pada produk pangan. Menurut PerKBPOM maka pemanis dibagi menjadi 2, yaitu pemanis alami (natural sweetener) dan pemanis buatan (artificial sweetener). Pemanis alami merupakan pemanis yang ditemukan pada bahan alam meskipun prosesnya berlangsung secara sintetik ataupun fermentasi. Pemanis buatan merupakan pemanis yang memang disintesis secara kimiawi dan senyawanya tidak terdapat pada bahan alam.

Pemanis yang dianggap sebagai pemanis alami adalah sorbitol, manitol, isomalt, glikosida steviol, maltitol, laktitol, silitol, dan eritritol.

Pemanis yang dianggap sebagai pemanis buatan adalah asesulfam-K, aspartam, siklamat, sakarin, sukralosa, dan neotam.

Pemanis buatan yang sudah dilarang penggunaannya adalah Dulcin/sukrol karena dapat menyebabkan tumor hati dan mengakibatkan terganggunya produksi sel darah merah dan 2-amino-4-nitro-1-phenol propoksibenzena (P-4000) yang dapat merusak ginjal dan mengganggu fungsi tiroid.

Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 33 tahun 2012 juga menuliskan bahwa penggunaan BTP pemanis buatan harus dicantumkan dalam label pangan. Terdapat beberapa ketentuan lain bagi produk yang mengandung pemanis buatan yang harus dicantumkan dalam label pangan, seperti:

  1. Jika produk mengandung pemanis buatan maka wajib dicantumkan tulisan ”Mengandung pemanis buatan, disarankan tidak dikonsumsi oleh anak di bawah 5 (lima) tahun, ibu hamil, dan ibu menyusui”
  2. Pada label pangan untuk penderita diabetes atau makanan kalori rendah yang menggunakan pemanis buatan wajib mencantumkan “Untuk penderita diabetes dan/atau orang yang membutuhkan makanan berkalori rendah”
  3. Pada label pangan olahan yang mengandung aspartam, wajib dicantumkan peringatan –> “Mengandung fenilalanin, tidak cocok untuk penderita fenilketonurik”
  4. Pada label pangan yang mengandung pemanis poliol, wajib ada peringatan –> “Konsumsi berlebihan mempunyai efek laksatif”.
  5. Pada label pangan olahan yang mengandung gula dan pemanis buatan wajib mencantumkan tulisan ”Mengandung gula dan pemanis buatan”

Dikecualikan untuk Table top Sweetener yang kemasannya terlalu kecil sehingga tidak mungkin dicantumkan seluruh keterangan tetap, tapi wajib memuat nama jenis, nama dan alamat pihak yang memproduksi, ADI dan kesetaraan kemanisan terhadap gula

Setiap produk pangan yang mengandung pemanis buatan pasti ada nilai Acceptable Daily Intake (ADI). Berikut merupakan contoh pada beberapa pemanis buatan dengan ADI pada produk yang beragam.

1307494756581

Gambar 1. Contoh Table Top Sweetener

asesulfamGambar 2. Contoh Pemanis Buatan Asesulfam-K dengan ADI pada Beberapa Produk

isomaltGambar 3. Contoh Penggunaan Pemanis Alami Isomalt pada Beberapa Produk

Pada pemanis steviol maka ada perhitungan Ekuivalensi Steviol:

Jenis Glikosida Steviol Faktor Konversi Glikosida Steviol
Dulkosida A 0,40
Rebaudiosida A 0,33
Rebaudiosida B 0,40
Rebaudiosida C 0,44
Rebaudiosida D 0,28
Rebaudiosida F 0,34
Rubusosida 0,50
Steviol 1,00
Steviolbiosida 0,50
Steviosida 0,40

[SE] = ∑ ([SG) x CF)

[SE]= Kadar Ekuivalen Steviol; [SG]=Kadar jenis glikosida steviol; CF= Faktor konversi glikosida steviol

 

Continue reading “Pemanis dan Pengental”

Posted in Keamanan Pangan, Peraturan Pangan dan Perlindungan Konsumen

Pewarna, Penstabil, dan Pengemulsi

1443106-permen-780x390

Anda tahu bahwa sebagian besar dari produk makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung pewarna. Pewarna yang digunakan tentunya bermacam-macam karena warna yang dibutuhkan setiap produk pangan juga berbeda-beda. Penggunaan pewarna di Indonesia diatur oleh BPOM dalam PerKBPOM Nomor 37 tahun 2013 mengenai Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan Pewarna. Pewarna didefinisikan sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) yang dapat berupa pewarna alami maupun sintetis yang ketika diaplikasikan pada pangan dapat memberikan maupun memperbaiki warna.

Pewarna alami merupakan pewarna yang dibuat melalui proses ekstraksi, isolasi, atau derivatisasi dari tumbuhan, hewan, mineral, atau sumber alam lain, termasuk perisa identik alami. Berdasarkan PerKBPOM di atas, maka pewarna yang dikategorikan sebagai pewarna alami dapat dilihat pada Gambar 1. Pewarna alami umumnya memiliki batas maksimum dalam bahan pangan sebesar CPPB (Cara Produk Pangan yang Baik) atau secukupnya.

cak3

Gambar 1. Pewarna yang dikategorikan sebagai pewarna alami

Pewarna sintetis atau artifisial merupakan pewarna yang diperoleh dari hasil sintesis secara kimiawi. Pewarna yang dikategorikan sebagai pewarna sintetis dapat dilihat pada Gambar 2. Pewarna sintetis lebih sering digunakan dalam produk pangan, karena bersifat lebih tahan lama, dapat digunakan dalam produksi secara masal, dan harga produksinya jauh lebih murah. Keberadaanya dalam bahan pangan diatur batas maksimumnya tergantung jenis pewarnanya masing-masing. Warna yang dihasilkan juga berbeda, ada yang bertanggung jawab memberikan warna merah, kuning, biru, ungu, hijau, dan lain-lain.

cak4Gambar 2. Pewarna yang dikategorikan sebagai pewarna sintetis

Sebagai contoh pengaturan batas maksimumnya, maka dapat dilihat pada Gambar 3 dan 4.

bumGambar 3. Contoh pengaturan batas maksimum penggunaan pewarna Brilliant Blue pada pangan

bum 2Gambar 4. Contoh penggunaan pewarna hijau FCF pada produk pangan

Pada p6 dijelaskan bahwa penggunan BTP pewarna dapat dilakukan secara tunggal atau campuran. Jika ditambahkan secara campuran, maka perhitungan hasil bagi masing-masing BTP dengan batas maksimumnya jika dijumlahkan tidak boleh melebihi 1. Hal ini terkecuali jika pewarna tersebut memiliki batas maksimum CPPB. Perhitungan tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.

wkwwkwkGambar 5. Contoh perhitungan BTP pewarna campuran

Pewarna yang dilarang oleh BPOM adalah Auramin, Rhodamin B, Ponceau 3R, dan Metanil Yellow. Keempat pewarna ini dilarang berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 239/Men.Kes/Per/V/85. Selain itu, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Republik Indonesia Nomor 0038/C/SK/II/90 menyatakan bahwa pewarna Jingga KI, merah K3, merah K4, merah K10, dan merah K11.

Continue reading “Pewarna, Penstabil, dan Pengemulsi”

Posted in Keterampilan Manajemen, Keuangan

Laporan Keuangan

Ada 3 laporan keuangan dalam sebuah perusahaan, yaitu Balance SheetIncome Statement, dan Cash flow.  Laporan Balance Sheet kita dapat menghitung Modal maupun Aset. Dalam perhitungan modal, maka dibutuhkan 3 komponen yaitu aset, utang, dan piutang, sedangkan ketika menghitung aset kita membutuhkan modal, utang dan piutang. Cara menghitungnya dapat dilihat pada Gambar 1.

Balance Sheet

Gambar 1. Perhitungan Modal dan Aset

Aset dibagi menjadi 2 yaitu aset yang fix dan currentFixed assets merupakan aset berwujud yang digunakan untuk operasional perusahaan dan tidak dimaksudkan untuk dijual. Aset tetap memiliki pemakaian dan manfaat yang bertahun-tahun, sehingga setiap tahunnya ada penurunan. Bentuk fixed assets adalah tanah, bangunan, kendaraan, peralatan produksi, dan perabotan rumah tangga. Current assets disebut juga sebagai aset lancar merupakan harta yang dimiliki oleh perusahaan dan sifatnya tidak berwujud, seperti uang tunai, klaim asuransi, investasi, inventaris, dan lain-lain.

Utang dan Piutang apa bedanya? Singkatnya, utang merupakan suatu kewajiban perusahaan atau seseorang yang harus dibayarkan nantinya, sedangkan piutang merupakan bagian dari aset. Piutang itu contohnya ketika kita punya barang jualan yang sudah diberikan kepada seseorang namun belum dibayarkan, uang yang belum dibayarkan itu berperan sebagai piutang yang menjadi aset bagi kita.

Continue reading “Laporan Keuangan”

Posted in Bahan Tambahan Pangan, Keamanan Pangan, Peraturan Pangan dan Perlindungan Konsumen

MSG dan Perisa

yo

Makanan di dunia ini sudah sangat banyak dan rasa yang ditimbulkan dari setiap makanan beragam. Masyarakat Indonesia cenderung menyukai rasa makanan yang gurih. Rasa gurih tersebut biasanya didapatkan dari bahan tambahan pangan (BTP) Monosodium Glutamat (MSG). Hal ini diatur dalam PerKBPOM Nomor 23 tahun 2013 mengenai Batas Maksimum Penggunaan BTP penguat rasa. BTP ditambahkan dalam rangka memperkuat atau modifikasi terhadap rasa dan/atau aroma yang telah ada dalam bahan pangan. Jenis BTP penguat rasa yang diperbolehkan adalah Asam L-glutamat dan garamnya, Asam guanilat dan garamnya, Asam inosinat dan garamnya, dan garam-garam dari 5′-ribonukleotida.

7368dc96b4c56782210b202c7b4924a5

Gambar 1. Bentuk MSG yang dikenali oleh masyarakat

Monosodium glutamat seperti pada Gambar 1 dikenal sebagai MSG, yang tidak ditentukan Acceptable Daily Intake (ADI) nya. Batas maksimum yang tercantum adalah CPPB (Cara Produksi Pangan yang Baik). Berdasarkan PerKBPOM No. 23 tahun 2013 pada p5 menyatakan penggunaan penguat rasa ditentukan batasnya yaitu CPPB dan memiliki sertifikat analisis kualitatif. Pada p9 menyatakan adanya larang, yaitu menyembunyikan penggunaan yang tidak memenuhi syarat, menyembunyikan cara kerja yang bertentangan dengan cara produksi yang baik, dan menyembunyikan kerusakan pangan. Sanksi diatur pada p10 yaitu berupa peringatan tertulis, larangan edar sementara waktu, pemusnahan, dan pencabutan izin edar.

Continue reading “MSG dan Perisa”

Posted in Peraturan Pangan dan Perlindungan Konsumen, Perdagangan

Ekspor dan Impor

Berdagang merupakan sebuah kegiatan transaksi jual beli barang maupun jasa. Perusahaan tidak hanya ingin menjual produknya di suatu negara saja, namun untuk berkembang lebih besar lagi maka perusahaan mengirimkan produk/ jasanya ke negara lain untuk dijual. Kegiatan jual beli keluar dari suatu wilayah negara dibagi menjadi dua, yaitu EKSPOR dan IMPOR.

Ekspor diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2012 mengenai Ketentuan Umum di Bidang Ekspor. Pada p1a1 tercantum pengertian dari ekspor, yaitu kegiatan mengeluarkan barang dari daerah pabean. (APA ITU DAERAH PABEAN? –> wilayah RI yang termasuk darat, perairan, dan ruang udara, maupun tempat yang termasuk dalam zona eksklusif dan landas kontinen yang di dalamnya berlaku undang-undang mengenai kepabeanan). p4 menjelaskan mengenai barang bebas diekspor (kecuali barang dibatasi ekspor, dilarang ekspor, atau ditentukan lain oleh UU). Menteri memberikan alasan terhadap barang yang dibatasi ekspor maupun yang dilarang ekspor. Adanya pembatasan dikarenakan untuk melindungi keamanan nasional, kesehatan mahluk hidup dan lingkungan, ada perjanjian yang sudah disepakati oleh dua belah pihak, adanya pasokan dalam negeri yang terbatas, dan kapasitas pasar serta bahan baku di Indonesia masih cenderung terbatas. Pelarangan ekspor dapat dilakukan karena dianggap mengancam keamanan nasional atau kepentingan masyarakat, langkah melindungi HaKI, merusak lingkungan hidup, dan adanya perjanjian internasional maupun kesepakatan yang sudah ditandatangani dan sudah sah oleh pemerintah.

P6-7 membahas mengenai persyaratan ekspor, yaitu mengenai perseorangan atau badan usaha yang melakukan barang bebas ekspor dan barang dibatasi ekspor. Orang yang mengekspor barang bebas ekspor harus memiliki NPWP, dokumen lain yang dipersyaratkan oleh undang-undang, jika badan usaha maka harus memiliki SIUP dari kementerian teknis/lembaga, TDP, NPWP, dan dokumen lain yang dipersyaratkan. Badan usaha yang ingin mengekspor barang dibatasi ekspor, wajib memiliki SIUP, TDP, NPWP, terdaftar sebagai eksportir, persetujuan ekspor, laporan surveyor, surat keterangan asal.

Dilanjutkan p8-9 membahas mengenai pengakuran sebagai eksportir. Jika Anda berminat menjadi eksportir, maka Anda wajib mendaftarkan diri dengan mengajukan permohonan kepada Kementerian Perdagangan melalui Unit Pelayanan Perdagangan maupun online sebagai eksportir terdaftar.  Kementerian akan menerbitkan pengakuan Anda sebagai eksportir terdaftar dan persetujuan ekspor paling lama 5 hari sejak permohonan diterima secara lengkap.

Kira-kira apa sih syarat yang harus kita penuhi jika ingin menjadi EKSPORTIR? Wajib memiliki :

⇒ SIUP

⇒ TDP

⇒ NPWP

⇒ Dokumen lain yang dipersyaratkan 

Barang yang dilarang ekspor diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2012, yaitu barang strategis seperti barang pertanian, kehutanan, perikanan dan kelautan, industri dan perdagangan.

Continue reading “Ekspor dan Impor”

Posted in Uncategorized

Perdagangan dan Hak Kekayaan Intelektual

Manusia memerlukan segala hal yang bersumber dari barang maupun jasa yang dijual oleh orang lain. Disini berarti ada kegiatan berdagang dan dimana terjadi perdagangan maka terjadi pula transaksi. Perdagangan diatur dalam Undang-undang No. 7 tahun 2014, berdasarka UU tersebut maka definisi perdagangan secara umum adalah tatanan kegiatan terkait transaksi barang atau jasa dalam negeri dan melampaui batas wilayah negara dengan tujuan pengalihan hak atas barang atau jasa untuk memperoleh imbalan atau kompensasi. Seperti yang telah disebutkan di atas, maka kegiatan berdagang mencakup barang maupun jasa. Secara singkat, barang merupakan setiap benda yang berwujud maupun tidak berwujud, yang dapat bergerak atau tidak yang dimanfaatkan oleh konsumen atau pelaku usaha. Jasa merupakan setiap layanan dalam bentuk pekerjaan yang dicapai, yang diperdagangkan, dan dimanfaatkan oleh konsumen atau pelaku usaha.

Setiap perusahaan yang akan melakukan perdagangan harus memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). SIUP merupakan surat izin yang diberikan kepada perorangan, CV, firma, PT, dan lain-lain untuk melaksanakan usaha di bidang perdagangan atau jasa. SIUP diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia No. 36/M-DAG/PER/9/2007 mengenai Penerbitan Surat Izin Usaha Perdagangan. Berdasarkan Permendagri No. 46/M-DAG/PER/9/2009, SIUP dibagi menjadi 4 kategori yaitu SIUP besar, menengah, kecil, dan mikro. Perusahaan yang memiliki penghasilan lebih dari 10M maka dianggap sebagai SIUP besar, > 500 juta hingga 1M dikategorikan sebagai SIUP menengah, >50juta hingga 500 juta dianggap sebagai SIUP kecil, dan perusahaan kecil seperti PIRT dianggap sebagai SIUP mikro. Jika Anda dikategorikan sebagai SIUP mikro maka anda tidak wajib memiliki SIUP.

Jika Anda berdomisili di Jakarta dan dikategorikan sebagai mikro maka Anda perlu surat permohonan yang di dalamnya terdapat pernyataan kebenaran dan keabsahan dokumen & data di atas kertas bermaterai Rp 6.000, identitas Pemohon WNI : Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), atau WNA : KITAS / Visa, Paspor, pas foto berwarna penanggung jawab perusahaan atau direktur utama ukuran 3×4 cm sebanyak 2 (dua) lembar, surat pernyataan bersedia mengurus IMB (Ijin Mendirikan Bangunan  dalam jangka waktu 1 tahun, Checklist Persyaratan.

Berdasarkan Permendagri No. 46/M-DAG/PER/9/2009 Pasal 4, SIUP mikro tidak diwajibkan untuk memiliki SIUP. Syarat-syarat bahwa perusahaan itu tidak wajib SIUP adalah perusahaan tersebut merupakan usaha perseorangan atau persekutuan, kegiatan usaha diurus, dikelola, maupun dijalankan oleh pemilik maupun kerabatnya, memiliki kekayaan bersih paling banyak 50 juta tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

siup

siup 2

Hal ini dapat dilihat pada lampiran 1. Peraturan Menteri Perdagangan R.I. Nomor: 46/M-DAG/PER/9/2009

Perusahaan harus terdaftar dalam Tanda Daftar Perusahaan (TDP), dimana TDP merupakan surat tanda pengesahan yang diberikan kepada perusahaan jika sudah mendaftarkan perusahaannya. TDP diberikan oleh kantor pendaftaran perusahaan. Hal ini ditulis dalam Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 37/M-DAG/PER/9/2007. TDP memiliki beberapa syarat, yaitu memiliki surat pernyataan keabsahan dokumen, KTP, KK, NPWP, izin usaha (contoh: SIUP), surat pernyataan kedudukan usaha, formulir perizinan dan surat pernyataan yang bermaterai, dan fotokopi penerima kuasa dan surat kuasa.

Continue reading “Perdagangan dan Hak Kekayaan Intelektual”

Posted in Uncategorized

Peraturan Lingkungan Hidup dan Limbah

Perusahaan yang bergerak dalam industri pangan seluruhnya pasti menghasilkan limbah, yang disebut sebagai limbah industri pangan. Produksi bersih merupakan sebuah usaha untuk mengurangi maupun mencegah terbentuknya limbah (dari waste reduction, recycle, atau avoidance). Pengelolaan lingkungan hidup merupakan suatu upaya untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup yang meliputi kebijaksanaan, pemanfaatan, penaatan, pengembangan, pengawasan, pemeliharaan, pengendalian, dan lain-lain. Penanganan limbah industri rumah tangga dapat dilakukan dengan cara pengurangan sumber (source reduction), pemanfaatan kembali (recycling), pengolahan dan pembuangan.

Hierarki yang mengatur mengenai peraturan lingkungan hidup dan limbah tertuang dalam UU No. 32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, Peraturan Pemerintah RI No. 27 tahun 2012 mengenai izin lingkungan, Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup mengenai AMDAL (PerMen KemenLH No. 5 tahun 2012) dan mengenai AMDAL, UPL-UKL dan SPPL (PerMen KemenLH No. 16 tahun 2012), dan Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 189/2002 mengenai jenis usaha wajib UPL-UKL Jakarta.

UU No. 32 tahun 2009 mengenai perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup menjelaskan mengenai AMDAL, UPL-UKL, dan SPPL. Pada p22 mengenai AMDAL, yaitu AMDAL wajib dimiliki oleh perusahaan yang kegiatan usahanya berdampak bagi lingkungan, sebagai contoh misal membuat pabrik nuklir di cagar alam. Pada p23 mengenai UPL-UKL adalah setiap perusahaan yang dikategorikan tidak wajib AMDAL harus memiliki UPL-UKL, hal ini ditetapkan gubernur/bupati. Pada p24 mengenai SPPL yaitu SPPL ini wajib dibuat bagi perusahaan yang tidak wajib UPL-UKL. Perusahaan dinyatakan wajib SPPL apabila perusahaan tersebut memiliki kegiatan usaha yang tidak berdampak penting pada lingkungan dan kegiatan usaha mikro/kecil.

AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) memiliki regulasi yang ditulis pada Peraturan Pemerintahan Republik Indonesia No. 27 tahun 2012 mengenai izin lingkungan telah MENCABUT peraturan yang sebelumnya berlaku, yaitu PP No. 27 tahun 1999. AMDAL merupakan kajian mengenai dampak penting suatu usaha atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha atau kegiatan. Fungsi AMDAL adalah sebagai perencanaan pembangunan wilayah, membantu dalam pengambilan keputusan terhadap kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha, meminimalisir dampak negatif, memberikan informasi kepada masyarakat mengenai dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha. Perusahaan dinyatakan bebas AMDAL apabila lokasi usaha berada di kawasan yang memiliki AMDAL, lokasi usaha berada di kabupaten kota yang memiliki rencana yang jelas mengenai tata ruang kabupaten, dan kota, dan usaha dilakukan dalam rangka tangga darurat bencana. Dokumen AMDAL meliputi Dokumen Kerangkan Acuan (KA), Dokumen Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL), Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL), dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).

Continue reading “Peraturan Lingkungan Hidup dan Limbah”

Posted in Uncategorized

Pajak

Pajak di Indonesia dibagi dalam 3 kategori besar, yaitu Pajak secara umum, kewajiban wajib pajak, dan hak wajib pajak. Menurut UUD 1945 pasal 23 Apajak secara umum diatur dalam UU No. 16 Tahun 2009, yaitu mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan. Berdasarkan UU ini pajak dibagi menjadi 3, yaitu Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN), dan Pajak Retribusi Daerah.

Pajak secara umum merupakan kontribusi wajib kepada negara yang tertuang oleh pribadi/badan yang sifatnya memaksa dan digunakan untuk keperluan negara. Pajak secara umum dibagi 2, yaitu Pusat dan DaerahPusat dipimpin oleh Direktorat Jenderal Pajak di bawah Kementerian Keuangan (KemenKeu). Pusat mencakup PPh, PPN, Pajak Penjualan atas barang mewah (PPnBM), bea materai, PBB. Daerah mencakup pajak yang diatur oleh pemerintah provinsi dan kabupaten/kota. Daerah mencakup pajak kendaraan bermotor, pajak rokok, pajak hotel, pajak hiburan, dan pajak restoran.

Wajib Pajak diatur dalam UU No. 16 tahun 2009, menyatakan bahwa Wajib pajak merupakan orang pribadi, meliputi membayar pajak, pemotong pajak, dan pemungut pajak, yang mempunyai hak dan kewajiban perpajakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Kewajiban wajib pajak meliputi kewajiban mendaftarkan diri, kewajiban pembayaran, pemotongan/pemungutan, dan pelaporan pajak, kewajiban dalam hal diperiksa, dan kewajiban memberi data.

Continue reading “Pajak”